Rabu, 09 Maret 2011

Menjelang Hari Bahagia

Aku lelah lagi - lagi aku harus terbangun dengan mata yg bengkak, karena menangis di malam harinya. Dan lagi" untuk Hari yang Membahagiakan, yang sekali dalam seumur hidupku.

berkali" selalu ada salah paham lah, salah persepsi lah atau entah salah apa lagi... cape rasanya hanya berkutat pada masalah itu" saja. sudah ku sampaikan berulang kali yg terpenting bagiku adalah aku menjadi mukhrim yang sah untuknya, aku tak menuntut tuk pesta atau apapun. Tp kenapa harus ada salah paham dan lain sebagainya ini semua membuat ku sakit, sakit sekali. Rasanya tak ada orang yang bisa memahami aku, tidak ada yang mengerti aku, tak ada yang mau mendengarkan apa yg aku mau.

Ingin rasanya aku pergi lari jauh entah kemana pun, dimana aku bisa mengungkapkan semua perasaanku bisa berteriak. Entah kenapa bukan na aku bahagia tapi aku lebih sering menangis menjelang hari itu... 

ya allah, ampuni dosa ku, aku ikhlas jika semua ini kehendakmu, tp  aku mohon jangan kecewakan orangtua ku, jangan buat dia sakit hati apa lagi menangis. sudah cukup selama ini dia sering menangis dan sakit hati tp tidak untuk hari, tidak untuk kali ini dan tidak untuk hari yang membahagiakan ku.

aku pasrahkan padamu seutuhnya ya allah.... karen aku tahu 
“La haula wala Quwwata illa billah.” (Tiada daya upaya dan tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah).”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar